10 Panduan Efektif Terbukti Mengubah Hobby Menjadi Sebuah Bisnis Potensial

10 Panduan Efektif Terbukti Mengubah Hobby Menjadi Sebuah Bisnis Potensial

Cartless.id— Memiliki hobby adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Hampir semua orang memilikinya. Namun tidak semua orang bisa memanfaatkannya. Apalagi jika hobby tersebut bisa mendatangkan keuntungan atau menambah penghasilan kita, bahkan menjadi sebuah bisnis yang potensial. Berikut saya akan bagikan 10 Panduan Efektif Terbukti Mengubah Hobby Menjadi Sebuah Bisnis Potensial, sesuai dengan pengalaman penulis.

Mengapa saya menyebutnya “efektif terbukti” dan mau secara sukarela menyampaikannya? Karena saya pernah melakukannya, yaitu merubah hobby menjadi sebuah bisnis dengan nama brand Hellonolan yang ternyata berjalan baik dan ingin berbagi pengalaman tersebut pada Anda.

Terbukti bahwa bisnis tersebut masih ada sampai sekarang setelah berjalan selama lebih dari 5 tahun dan mempunyai potensi. Ada demand, market, stream income, omzet tahunan, aset, tim operasional dan networking. Hanya saja belum sampai pada pembentukan badan usaha.

Bisnis itu adalah bisnis jasa traveling dengan target market traveler asing yang ingin meng-eksplore kota-kota wisata di Indonesia, khususnya Jakarta, Jawa dan Bali.

Ya, karena passion saya di traveling dan menulis, maka saya membuat blog traveling dan membuka marketnya untuk orang asing.

Mungkin subyek yang di-bisnis-kan bisa berupa produk atau jasa. Namun panduan ini bisa berlaku dan aplicable. Anda bisa mempelajari, menyesuaikan serta mencobanya. Keberhasilan tiap orang berbeda, tergantung action, fokus dan ketahanan masing-masing.

Ok! Langsung simak saja ya… 🙂

Berikut cara-cara yang dilakukan pada saat awal merubah hobby tersebut menjadi sebuah bisnis.

 

10 Panduan Efektif Terbukti Mengubah Hobby Menjadi Sebuah Bisnis Potensial

1. Tentukan Satu Saja Hobby Anda

Hobby adalah suatu kegiatan menyenangkan yang kontinue dilakukan namun Anda tidak pernah mengenal lelah dalam melakukannya. Anda bisa lupa waktu dan tidak memikirkan hal lain lagi. Anda benar-benar menikmatinya.

Kegiatan ini harus sesuatu yang mempunyai sifat baik dan berdampak positif bagi diri Anda. Pilih satu saja yang paling dikuasai agar fokus dan Anda senang membagikannya pada orang lain.

2. Tentukan Siapa Target Marketnya

Produk atau Jasa yang berasal dari hobby yang Anda lakukan, pasti ada pasarnya. Jika Anda hobby memancing, pasti ada target pasar dari orang-orang yang mempunyai hobi sama untuk membeli 1 set produk alat pancing Anda. Jika Anda hobby membuat woodcraft (kerajinan kayu), pasti ada orang-orang yang menyukai design benda dari kayu.

Begitu juga jika Anda hobby traveling, pasti ada orang-orang yang mempunyai interest yang sama dan ingin dipandu atau difasilitasi segala kebutuhannya selama traveling di suatu daerah. Terpenting, Anda tahu siapa target pasar dari hobi yang ingin Anda jadikan bisnis tersebut, usia dan dari mana asal mereka. Setelah mengetahui target pasar, susun rencana pemasarannya.

 

3. Maksimalkan Semua Modal Sumber Daya yang Anda Punya

Perhatikan semua hal yang melekat atau benda yang Anda punya pada diri Anda saat ini. Bisa berupa rumah tinggal, kendaraan, skill/kemampuan, sedikit uang, buku-buku, teman, saudara, barang bekas atau apapun yang bisa Anda berdayakan.

Maksimalkan penggunaannya untuk membuka bisnis yang berasal dari pengembangan hobby Anda. Hindari penggunaan modal besar atau berhutang pada Bank di tahap-tahap awal merintis usaha.

4. Buat Logo + Nama Brand Bisnis Anda

Ciptakan logo dan nama brand Anda. Hal ini berguna untuk menambah motivasi bahwa Anda benar-benar ingin menciptakan sebuah bisnis yang berasal dari hobby Anda. Buat nama brand yang singkat namun punya filosofi.

Create logo dengan aplikasi seperti logomakr, zyro logomaker, freelogodesign atau canva dan dokumentasikan dengan rapi. Mengapa? karena sewaktu-waktu Anda pasti membutuhkan file tersebut untuk perubahan/editing, perbanyak atau pendaftaran merk HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) nantinya.

 

5. Buat Website/Blog + Akun Sosmed Khusus untuk Bisnis Anda

Mulai promosikan bisnis. Cara termudah waktu itu tahun 2015 dan sekarangpun saya rasa masih valid, yaitu dengan membuat website gratis dengan menggunakan site builder weebly. Tidak perlu coding, hanya drop & drag, atau mendesign dengan cara tarik dan tempatkan bentuk yang kita inginkan pada template yang sudah tersedia. Saat ini bisa juga dengan menggunakan wix atau go daddy.

Mengapa gratisan? Karena sebagai test case/uji coba dan lagi baru pada tahap merintis. Tetapi ingat, setelah bisnis berkembang, Anda harus membeli hostingnya dengan nama domain sendiri tadi (nama brand Anda) agar bisnis Anda lebih kredibel.

Paling penting adalah website tersebut mempunyai keyword SEO yang  mengarah ke bisnis Anda, terindex di Google via Search Google Console (bisa di-Verifikasi + Sitemap) dan didaftarkan pada Google Analytic. (Tiga  unsur yang saya sebutkan ini sudah saya sertakan link artikel panduan lengkapnya, silahkan dipelajari).

Itu yang saya alami, dan seiring website terus diupdate (dengan tambah artikel dan edit sana-sini), semakin sering pula website kita muncul di halaman pertama Google.

Sarana pendukung lain adalah dengan meng-create akun khusus nama bisnis Anda pada sosial media. Hanya dua akun yang perlu, yaitu di Facebook Fan Page dan Instagram. Jalin komunikasi dengan teman atau calon client via akun tersebut. Website dan Akun sosmed tadi adalah kombinasi yang dahsyat untuk promosi bisnis Anda secara gratis dan luas.

 

6. Pasang atau Listing Brand Bisnis Anda di Marketplace Kredible yang Sesuai

Marketplace atau website besar yang kredibel turut membangun promosi bisnis Anda secara cepat. Hal inipun bisa dilakukan lebih dulu secara gratis. Gratis lagi? 🙂 Tak apa, asal jangan punya mental gratisan ya..:) (Setelah bisnis Anda berkembang, Anda perlu menyisihkan keuntungan untuk promosi berbayar/”beriklan“).

Sesuaikan marketplace dengan bisnis Anda. Jika Anda menjual produk, bisa membuka toko online di Tokopedia, Bukalapak atau Shopee. Namun disini banyak sekali kompetitor. Anda suatu saat harus mempunyai toko online sendiri untuk bisa punya kontrol yang lebih luas terhadap bisnis Anda. Untuk tahap awal, Anda bisa mencobanya di marketplace tadi.

Sayapun melakukan seperti itu pada awalnya dan ternyata berhasil. Karena bisnis yang dibuka adalah jasa traveling dengan market pasar traveler dari luar negeri yang akan ke Indonesia, saya membuka listing gratis di TripAdvisor dengan nama brand saya.

Di situ saya paparkan jenis layanan yang diberikan dengan paket tour yang bisa dipilih. Customized atau Tour Package. Tidak lupa terdapat nomor Whatsapp dan alamat Email yang bisa dihubungi. Ternyata, hampir 90% client yang masuk setiap tahun, mereka mengatakan mengetahui layanan bisnis saya dari situs TripAdvisor tadi.

 

7. Networking dengan Komunitas Terkait

Di tahap ini saya melakukan networking dengan orang-orang yang melakukan pekerjaan mirip dengan yang saya lakukan atau minimal yang berhubungan dengan dunia traveling. Orang-orang itu seperti tour guide, travel operator, sewa kendaraan pariwisata, pihak hotel, restaurant, pengelola tempat wisata, pengelola atraksi wisata sampai ke toko cinderamata/souvenir.

Pelajari layanan mereka beserta dengan harga yang mereka tawarkan.

Tahap ini bisa dilakukan sambil berjalan, namun yang terpenting lakukan networking terlebih dahulu dengan komunitas yang terkait dengan pekerjaan yang saya lakukan, yaitu sebagai tour guide atau travel operator.

Intinya sesuaikan dengan bisnis Anda, komunitas mana yang paling terkait dan bergabunglah. Bukan tidak mungkin Anda bisa mendapat client pertama Anda dari komunitas networking tersebut.

 

8. Sabar Menunggu Client atau Pembeli Pertama Anda

Sambil melakukan networking, bersabarlah menunggu client atau pembeli pertama Anda. Cepat tidaknya produk atau jasa Anda terjual tergantung dari hobby yang Anda jadikan bisnis tersebut, apakah sejenis hobby yang umum dilakukan orang atau hobby secara khusus atau spesifik.

Tapi yakinlah, pasti ada konsumen yang membutuhkan jasa atau produk Anda yang berasal dari apapun hobby yang Anda rubah menjadi bisnis tadi.

 

9. Service Total Client atau Pembeli Pertama Anda

Saat Anda mendapatkan client atau pembeli pertama Anda, ini adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Layanilah dengan profesional dan sabar. Service-lah client atau pembeli pertama Anda lebih dari yang dia diharapkan.

Pelayanan yang prima dan lebih dari ekpektasi konsumen adalah alat promosi berjalan yang efektif karena pasti akan disampaikan dari mulut ke mulut atau direkomendasikan ke orang lain atau kerabat.

 

10. Dokumentasikan Foto+Video Layanan dan Minta Testimoni Konsumen

Terakhir, usahakan Anda mempunyai foto-foto atau video pada saat melayani konsumen dan jangan lupa meminta testimoni mereka mengenai layanan yang telah Anda berikan. Publikasikan secara luas melalui website, sosial media atau marketplace, namun dengan catatan Anda mendapat persetujuan atau endorse dari konsumen untuk foto atau video yang akan dipublikasikan tadi. Sedangkan testimoni yang kurang baik Anda simpan dan harus menjadi masukan bagi Anda untuk evaluasi dan perbaikan selanjutnya.

 

 

Artikel lanjutan berikut mengenai pengembangannya adalah bonus … .🙂

 

Tahap Pengembangan

Setelah panduan No.1 – 10 tadi Anda lakukan dan client atau pembeli Anda semakin banyak, apakah cukup berhenti sampai di situ saja?… Tentu tidak. Anda harus terus mengembangkannya. Karena jika client atau pembeli semakin ramai dan pemasukan atau omzet stabil atau bahkan cenderung meningkat, berarti hobby yang Anda rubah menjadi bisnis ini mempunyai potensi menjadi besar.

Pada tahap ini, Anda perlu melakukan pengembangan dan hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah :

10 Panduan Efektif Terbukti Mengubah Hobby Menjadi Sebuah Bisnis Potensial
10 Panduan Efektif Terbukti Mengubah Hobby Menjadi Sebuah Bisnis Potensial

 

1. Pisahkan Keuangan Bisnis dari Pribadi

Mulai pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi Anda. Sisihkan keuntungan untuk diputar menjadi modal yang lebih besar. Misal untuk biaya promosi lebih gencar, membeli aset operasional dan meningkatkan jumlah layanan atau kapasitas produksi. Mulailah menguasai laporan keuangan.

 

2. Menarik Karyawan atau Membentuk Team

Anda bisa mulai untuk menghire orang atau mempunyai tim yang mempunyai skill atau kualitas yang mumpuni untuk bisnis Anda. Bisa dari teman atau kerabat yang se-visi dengan Anda atau dari networking yang telah Anda lakukan sebelumnya. Meng-hire orang atau membentuk tim bukan berarti Anda harus membayar gaji rutin mereka setiap bulan. Anda bisa menerapkan sistem pembagian komisi untuk layanan atau produk yang berhasil terjual.

Prosentasi keuntungan tergantung kesepakatan dan katakan bahwa kita akan membangun secara bersama-sama bisnis ini ke depannya menjadi semakin lebih besar dan bermanfaat. Semua kesepakatan tersebut tetap harus dilakukan secara hitam di atas putih atau dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani masing-masing. Bisnis adalah tetap bisnis.

 

3. Buat System Bisnis

Buatlah sebuah sistem bagaimana bisnis Anda bisa berjalan atau mempunyai Standar Operating Procedure. SOP awal bisa Anda bagi menjadi dua; SOP Layanan kepada Pelanggan dan SOP Operasional Bisnis yang mengatur hubungan kerja antar karyawan/team.

 

4. Pertimbangkan Membentuk Badan Usaha

Jika Anda rasa bisnis yang dijalankan semakin membesar dan memerlukan tanggung jawab yang lebih luas kepada pelanggan, karyawan dan pihak ketiga atau vendor, maka membentuk suatu badan usaha adalah hal yang perlu untuk dipertimbangkan. Lakukan sesuai kemampuan dan kapasitas bisnis, apakah membentuk CV dahulu atau langsung kepada pembentukan PT (Perseroan Terbatas).

Intermezzo : ” Bisnis yang kami bangun bermula dari hobby di atas tadi belum sampai pada tahap ini. Namun ini adalah tetap cita-cita dan berkeyakinan akan sampai pada titik ini. Memang sungguh berat meraih mimpi, apalagi pada saat diterbitkannya artikel ini dunia sedang dilanda pandemi virus corona dan travel pariwisata adalah satu bidang yang paling terdampak. Namun kami sungguh menikmati prosesnya dan tetap bersyukur akan apa yang telah kami jalani, sambil melakukan pivot bisnis lain yang berhubungan maupun tidak dengan pariwisata, sekedar untuk tetap bertahan. “Life must go on..

 

5. Bootstrap atau Mencari Investor

Bisnis yang bermula dari hobby tadi bisa menjadi besar, bermanfaat dan berdampak bagi orang banyak. Semakin tinggi permintaan (demand), sejatinya semakin besar modal yang dibutuhkan untuk pengembangan. Penambahan modal  bisa melalui bootstrap (modal sendiri) atau mencari investor yang berani masuk. Pilihannya tergantung pada startup Anda nanti jika sampai pada tahap ini.

Semoga 10 Panduan Efektif Terbukti Mengubah Hobby Menjadi Sebuah Bisnis Potensial ini bisa bermanfaat.

Selamat mencoba, sesuaikan dan semoga berhasil!

Baca juga :

Rido Ivanus

Rido Ivanus

Business & Classic Rock Songs Enthusiast! Love to write and share anything useful.

One thought on “10 Panduan Efektif Terbukti Mengubah Hobby Menjadi Sebuah Bisnis Potensial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *