10 Fakta Terbaru 2020 Kota Jakarta yang Traveler Harus Ketahui

10 Fakta Terbaru 2020 Kota Jakarta yang Traveler Harus Ketahui

Cartless.id— Siapa yang tidak mengenal kota Jakarta? Ibukota Negara yang 24 jam terus bergerak hidup dengan segala permasalahannya. Namun sebentar lagi status Ibukota tersebut akan berpindah ke Kab. Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara – Kalimantan Timur yang rencananya terlaksana di tahun 2024. Jika traveler ingin berjalan-jalan ke Jakarta sebelum melepaskan status dirinya sebagai ibukota, ada baiknya mengetahui 10 fakta terbaru 2020 kota Jakarta yang traveler harus ketahui berikut ini.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa kehidupan Jakarta yang dikenal sangat keras dan serba cepat namun memiliki banyak peluang ini, selalu menimbulkan fakta-fakta baru yang menjadi ciri khas kota Jakarta.

Untuk itu, Anda sebagai traveler domestik atau asing yang penasaran dan ingin menikmati kota yang serba keras dan unik ini harus mampu menyesuaikan dan menikmatinya agar perjalanan Anda aman dan nyaman.

Sebagai insan yang lahir di Jakarta, besar dan tumbuh di Jakarta dan saat ini masih saja berkutat di pinggiran kota Jakarta :).., kami ingin berbagi dan mengungkapkannya.

 

10 Fakta Terbaru 2020 Kota Jakarta yang Traveler Harus Ketahui :

 

1#  Denyut Kehidupan Kota Masih Berjalan Aman 24 jam di tengah Pandemi.
10 Fakta Terbaru 2020 Kota Jakarta yang Traveler Harus Ketahui
Image: cnnindonesia

Pandemi Covid-19 yang sedang mewabah tidak menyurutkan denyut kehidupan kota Jakarta. Jakarta identik dengan tempat mengadu nasib karena banyak peluang kerja serta bisnis yang bisa dijalani dibanding provinsi lainnya.

Semua orang dari 33 provinsi ingin menginjakkan kakinya serta ingin merasakan denyut kehidupan di Ibukota Indonesia ini.

Anda ingin mencari apa saja, rasanya ada di sini. Perkantoran, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, destinasi wisata dan lain-lain, sampai kehidupan warganya yang unik bisa Anda lihat disini setiap hari dari pagi sampai malam hari.

Semua kegiatan berjalan dengan selalu menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga tidak heran denyut kota Jakarta yang sempat lambat bergerak dengan diterapkannya PSBB masih tetap berjalan terus selama 24 jam nonstop.

Anda sebagai traveler tidak usah takut mencari kebutuhan barang dan jasa yang sifatnya mendesak pada malam hari. Browsing saja di internet, mana yang buka selama 24 jam.

Namun tetap perlu pendampingan dan melakukan protokol kesehatan jika ingin keluar di malam hari bagi Anda yang baru pertama kali ke Jakarta. Bukan karena tingkat kerawanan atau kriminalitas tapi lebih kepada kenyamanan, efisiensi dan faktor kesehatan.

So, meskipun denyut kota berjalan selama 24 jam di tengah pandemi sekalipun, namun stabilitas selalu terjaga di kota ini dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi seluruh masyarakat dan traveler yang ingin bepergian.

 

2#  Nomor 57 Kota Teraman di Dunia Th.2019 dari 60 Kota yang di Survey Versi EIU (Riset th.2017). Sementara Keseluruhan Indonesia 10 Besar Negara Teraman di Dunia (No.9).

Jakarta berada pada peringkat 57 kota teraman di dunia Th.2019 dari 60 kota yang disurvey Th.2017 oleh The Economist Intelligent Unit (EIU) seperti dilansir dari laman Kompas.com. Indikator yang disurvey diantaranya meliputi keamanan digital, keamanan kesehatan, keamanan infrastruktur dan keamanan personal.

EIU adalah bisnis yang merupakan bagian dari Economist Group di Inggris yang bekerja menyediakan laporan prediksi dan konsultasi melalui penelitian dan analisis, seperti laporan negara bulanan, prakiraan ekonomi negara lima tahunan, laporan layanan resiko negara, dan laporan industri.

Jakarta masuk ke dalam kelompok kota dengan tingkat keamanan yang masih di bawah rata-rata. Jakarta lebih rendah untuk tingkat keamanan digital berada pada peringkat 55. Lebih baik dalam keamanan infrastruktur pada peringkat 49, keamanan personal peringkat 43 dan keamanan kesehatan di peringkat 53.

Total Jakarta berada pada peringkat 53 untuk masing-masing pilar yang dinilai. Peringkat pertama diduduki Tokyo dan kedua oleh Singapura.

Namun sebaliknya di lingkup Negara, sesuai riset yang dilakukan oleh Lembaga Riset Internasional Gallup’s Law & Order 2018, Indonesia merupakan 10 Besar Negara Teraman di Dunia, yakni No.9, satu tingkat di bawah Kanada dan setingkat diatas Denmark.

Ini menerangkan bahwa bagi traveler, kota-kota pada umumnya di Indonesia adalah aman untuk dikunjungi namun Jakarta sebagai ibukota mempunyai tantangan tersendiri untuk dikunjungi.

Bagaimana dimasa pandemi covid-19 ini? Bukan hanya Jakarta, tentu saja saat ini setiap negara di dunia beresiko untuk dikunjungi karena wabah masih melanda pada saat artikel ini ditulis.

Terlepas dari hasil riset tersebut, setiap kota di dunia mempunyai tingkat kerawanan dan keamanannya masing-masing. Namun di Jakarta hal tersebut selalu dapat diatasi dan diantisipasi oleh pemerintah daerah, petugas keamanan dan warga masyarakat yang selalu saling bekerja sama. Hasil riset harus dianggap sebagai faktor pendorong ke arah perbaikan yang lebih baik.

Berkaca dari pengalaman kami sebagai warga lokal asli Jakarta, hal tersebut memang membuktikan bahwa Jakarta cocok bagi traveler yang menyukai gaya berpetualang, menyukai tantangan dan suka menambah pengalaman baru mengenai kota-kota yang unik dan yang mempunyai banyak sekali tantangan kehidupan.

Siapa yang ingin melihat perspektif lain dari kehidupan, kota Jakarta adalah salah satu tempatnya.

 

3#  Jumlah Kendaraan Bermotor yang Sangat Banyak Memenuhi Hampir Setiap Sudut Jalan  
10 Fakta Terbaru 2020 Kota Jakarta yang Traveler Harus Ketahui
Image: kompas

Selain tempat mengadu nasib, kota Jakarta identik dengan kemacetan. Perkembangan badan jalan yang ada tidak secepat kenaikan jumlah kendaraan roda empat atau roda dua yang setiap tahun selalu meningkat.

Tingkat menengah masih mendominasi kota ini dan mereka takut akan kemacetan. Oleh karenanya, penduduk yang tinggal di pinggiran kota Jakarta, seperti Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang pun lebih memilih kendaraan bermotor sendiri atau commuter line sebagai moda transportasinya untuk bekerja di Jakarta.

Akibatnya jumlah kendaraan beraktifitas di Jakarta sudah sangat over kapasitas.

Terakhir data yang kami kutip dari Detik Finance ada 18 juta kendaraan bermotor yang masuk setiap hari ke kota Jakarta. Menurut data yang dikutip dari BPS DKI Jakarta seperti kami lansir dari laman tersebut, tahun 2016 jumlah kendaraan bermotor rata-rata tumbuh 5% selama 5 tahun.

Sementara panjang jalan hanya bertambah kurang dari 0,1%. Komposisi lalu lintas secara umum adalah sepeda motor 73,92%, mobil penumpang 19,58%, mobil beban 3,83%, mobil bus 1,88%, dan kendaraan khusus 0,79 %.

 

4#  Semua Orang di dan Menuju Jakarta Terlihat Seperti di Kejar-kejar “Deadline”. Terutama Pada Pagi dan Sore Hari di Tengah Pandemi Sekalipun.
10 Fakta Terbaru 2020 Kota Jakarta yang Traveler Harus Ketahui
Image: Kompas

Mungkin  sama dengan banyaknya kesibukan di kota-kota besar lainnya di dunia, seperti New York, Tokyo, New Delhi, dan Bangkok. Namun Jakarta, memiliki keunikan tersendiri disaat pagi hari dan sore hari.

Semua  terasa bergerak sama, di jam-jam yang sama!  Aktifitas pagi hari yang bersamaan (range pukul 06.00-09.00): aktifitas menuju kantor dan pasar, adalah 2 hal penyumbang kesibukan terbesar di jalanan Jakarta pada pagi hari.

Lihat saja penumpang kereta api commuter line dari luar Jakarta seperti dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi serta pengguna bis Transjakarta.

Begitupun disore hari (range pukul 17.00-21.00): jam pulang kantor dan jam orang pulang dari segala macam aktifitas, menyibukkan jalanan di Ibukota.

So, jika Anda ingin maksimal dan nyaman menikmati kota Jakarta, hindari jam-jam sibuk tersebut! “hufh.., everybody in a hurry!” (begitu pernah dilontarkan traveler asing kepada saya) 🙂

 

5#  Aturan Ganjil-Genap Plat Kendaraan Bermotor Selalu Dinamis Mengikuti Keadaan.

Kebijakan yang dilakukan oleh Pemda, Kepolisian dan Kementerian Perhubungan pada akhir Juli 2016 ini mengatur penggunaan kendaraan mobil ber-plat nomor akhir ganjil dan genap untuk disesuaikan dengan tanggal ganjil dan genap pada hari bersangkutan.

Di tengah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), kebijakan ini sempat terhenti dan pada PSBB masa transisi saat tulisan ini diturunkan kebijakan tersebut diberlakukan kembali. Kebijakan tampaknya bersifat dinamis mengikuti keadaan.

Tujuannya adalah untuk mengatasi kemacetan kota Jakarta dan mendorong masyarakat menggunakan kendaraan angkutan umum serta untuk menekan penularan covid-19 di masa pandemi. Jika Anda traveler, berencana mengeksplorasi kota Jakarta suatu saat dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa dan menyetir sendiri, harus memperhatikan penyesuaian plat nomor kendaraan Anda dengan tanggal ganjil atau genap pada waktu tersebut.

 

6#  Kesenjangan Sosial yang Masih Ada.

Jika Anda ingin melihat sebuah mobil mewah dengan seorang pengemis atau pengamen disampingnya atau penjaja tissue di lampu merah jalan sambil menggendong seorang balita, maka di kota inilah tempatnya. Moment ini masih sesekali terjadi, walaupun pemerintah daerah telah berulang kali melakukan penertiban dan tanda larangan untuk berjualan di tengah jalan.

Hal tersebut terjadi karena setiap orang dari taraf kesejahteraan berbeda tinggal di sini untuk bertahan hidup. Apalagi ditengah pandemic Covid seperti saat ini yang meruntuhkan ekonomi masyarakat. Namun dibanding dulu, hal tersebut saat ini jarang terlihat. Meskipun sekali-kali tetap ada di jalanan ibukota.

Jadi pendapatan warga dengan tingkat ekonominya memang belum merata. Pengemis tadi bisa saja merupakan pendatang dari luar kota dan bukan asli warga Jakarta. Namun, fenomena ini masih tetap ada.

 

7#  Fenomena Parkir Liar, Supeltas dan Kemacetan Parah.

Jika Anda berencana menyetir kendaraan sendiri entah itu roda empat atau dua untuk meng-eksplorasi kota Jakarta, ada baiknya Anda mengetahui beberapa fenomena ini ;

a. Parkir liar; masih banyak sebagian orang di Jakarta menawarkan sebidang lahan untuk parkir kendaraan bermotor. Beberapa aturan telah diberlakukan oleh Kementrian Perhubungan, salah satunya derek ditempat jika ada kendaraan roda empat yang memarkirkan sembarangan kendaraannya di pinggir jalan. Untuk itu, Anda harus pintar-pintar memperhatikan, mana lahan yang memang khusus digunakan untuk parkir resmi, atau lahan yang digunakan oleh para pemarkir liar.

b. Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalulintas); istilah ini mengacu pada sebagian orang yang menjadi relawan untuk mengatur lalu lintas, terutama di persimpangan jalan untuk mendapatkan tip jasa uang. Ikuti saja arahan mereka, karena memang mereka cukup membantu. Anda boleh tidak atau memberi tip kepada mereka.

c. Kemacetan Parah; Jika Anda meng-eksplor kota Jakarta dengan menyetir kendaraan sendiri, kendalikan hati dan pikiran Anda selama di jalan karena sewaktu-waktu bisa terjadi kemacetan yang sangat parah. Ini akan sekaligus melatih kesabaran Anda dan menambah pengalaman unik yang baru mengenai berkendara di kota Jakarta yang super sibuk ini.

 

8#  Pembangunan Infrastruktur Sarana Perkotaan

Kota Jakarta saat ini sedang bergelut memperbaiki dirinya menjadi kota modern dan canggih. Segala jenis infrastruktur dibangun dimana-mana. Infrastruktur yang dikebut dibangun antara lain transportasi, air bersih, pengolahan air limbah serta perumahan.

Untuk proyek transportasi seperti MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit) , Fly-Over, Ruas Jalan Tol, dan proyek strategis lainnya sedang dikejar untuk segera diselesaikan. Untuk itu kemungkinan eksplorasi perjalanan Anda di Jakarta akan menemui beberapa proyek infrastruktur ini dan akan memperlambat waktu tempuh Anda.

Namun sebagai traveler Anda tidak perlu khawatir, karena pemerintah selalu menyediakan alternatif solusinya agar segala keperluan perjalanan Anda bisa berjalan dengan lancar.

Ambil segi positifnya, bahwa perjalanan Anda mengeksplorasi  kota Jakarta untuk 5 tahun ke depan akan semakin dipermudah dengan selesainya proyek-proyek infrastruktur tersebut.

 

9#  Fenomena Ojek dan Driver Online Memenuhi Jalanan Ibukota Jakarta

Perkembangan teknologi yang cepat di dunia mobile transportasi, turut memunculkan pemain startup kelas dunia di Jakarta. Go-Jek dan Grab, sebagai sebuah perusahaan transportasi berbasis daring adalah sebuah fenomena yang terjadi di Jakarta.

Para mitra pengemudinya memenuhi hampir semua jalan-jalan di kota Jakarta dengan ciri khas jaket berwarna hijaunya atau driver tanpa jaket.

Sebagai traveler, Anda bisa diuntungkan dengan aplikasi ini dimana Anda bisa saja mengeksplorasi satu objek destinasi wisata ke destinasi wisata lainnya dengan cepat, murah dan aman.

 

10#  Masih Rendahnya Kedisiplinan Melakukan Protokol Kesehatan Covid-19

Kedisiplinan masyarakat melakukan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus covid-19 di Jakarta masih terasa rendah. Ini terlihat dari data situs resmi covid19.go.id dan situs data Pemkot Jakarta mengenai peningkatan kasus baru covid yang terus bertambah pada pertengahan Agustus 2020.

Jika penyebaran masih terus meningkat tentu akan sangat berpengaruh bagi perekonomian dan pariwisata.

Rendahnya kedisiplinan ini seperti dikutip dari situs kominfo.go.id salah satunya disebabkan karena pandemic disinformasi (disinfodemi) tentang covid-19. Banyak disinfodemi yang tersebar menyebabkan masyarakat ragu dan tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan.

 

Penutup dan Saran Perjalanan

Walau sebegitu keras dan unik, Jakarta tetap menjadi magnet bagi para pelancong dan pendatang. “..ke Jakarta aku ‘kan kembali, walaupun apa yang ‘kan terjadi “, begitu salah satu lirik lagu Koes Plus. 🙂

Selain itu traveler yang ingin dan akan beraktifitas ke Jakarta beserta seluruh masyarakat di dalamnya harus selalu bersama-sama menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat agar wabah pandemi ini segera berakhir. Vaksin tengah dibuat dan diharapkan uji fase klinis berlangsung lancar supaya vaksin covid-19 bisa diproduksi pada awal tahun 2021. Semoga!

Tetap lakukan Protokol Kesehatan dan Enjoy Jakarta!

 

Baca juga:  Ekspedisi: 7 Spot Terbaik Keindahan Danau Toba yang Wajib Dikunjungi

Rido Ivanus

Rido Ivanus

Business & Classic Rock Songs Enthusiast! Love to write and share anything useful.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *